ALLAH untuk SEMUA BANGSA (AMOS)

nabi amos

ALLAH untuk SEMUA BANGSA (AMOS)

Amos

ALLAH untuk SEMUA BANGSA (AMOS)

Sabat Petang

Bacalah Untuk Pelajaran Pekan ini : Amos 1-2; Yes. 58; Luk. 12:47,48; I Raj. 8:37-40; Amos 4:12,13; Obaja.

Ayat Hafalan: “Singa telah mengaum, siapakah yang tidak ta­kut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?”  (Amos 3:8).

Pokok Pikiran : Tindakan yang tidak manusiawi adalah dosa terhadap Allah dan akan dihakimi oleh karena hal itu.

Di dalam Alkitab, singa sering digambarkan sebagai raja dunia binatang. Kehadirannya menimbulkan keagungan dan kekuatan yang luar biasa  seperti halnya juga keganasan dan kekuatan yang merusak. Bahkan ketika tidak berburu, singa dapat terdengar, aumannya terdengar bermil-mil. Amos, seorang gembala, yang dikirim ke bangsa Israel untuk memperingatkan mereka bahwa ia telah mendengarkan singa mengaum —dan singa itu tidak lain adalah Tuhan mereka! Digerakkan oleh Roh Kudus, nabi Amos membanding­kan cara Allah berbicara kepada bangsa-bangsa, demikian juga kepada umat pilihan-Nya, dengan auman singa (lihat Amos 1:2)

Amos dipanggil untuk memberi nubuatan kepada bangsa-bangsa yang te­lah melakukan kejahatan kepada umat manusia. Dia juga dikirim kepada ma­syarakat yang rohani dan unggul yang hidup dalam kedamaian dan kemak­muran. Namun, mereka juga menekan orang miskin dan membiarkan usaha yang tidak jujur dan penyuapan di pengadilan. Pekan ini kita akan mendengar­kan kepada apa yang Tuhan katakan tentang perbuatan-perbuatan yang ter­cela ini.

Minggu

KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN

Baca Amos 1 dan 2. Mengapakah Tuhan memperingatkan bahwa penghukuman akan tiba?

1:1. Perkataan yang dinyatakan kepada Amos, salah seorang peternak domba dari Tekoa, tentang Israel pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan dalam zaman Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi.

1:2 Berkatalah ia: “TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya; keringlah padang-padang penggembalaan dan layulah puncak gunung Karmel.”

1:3. Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Damsyik, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi,

1:4 Aku akan melepas api ke dalam istana Hazael, sehingga puri Benhadad dimakan habis;

1:5 Aku akan mematahkan palang pintu Damsyik dan melenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen serta pemegang tongkat kerajaan dari Bet-Eden; dan rakyat Aram harus pergi sebagai orang buangan ke Kir,” firman TUHAN.

1:6 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Gaza, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom,

1:7 Aku akan melepas api ke dalam tembok Gaza, sehingga purinya dimakan habis;

1:8 Aku akan melenyapkan penduduk dari Asdod dan pemegang tongkat kerajaan dari Askelon; Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan Ekron, sehingga binasalah sisa-sisa orang Filistin,” firman Tuhan ALLAH.

1:9 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Tirus, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menyerahkan tertawan suatu bangsa seluruhnya kepada Edom dan tidak mengingat perjanjian persaudaraan,

1:10 Aku akan melepas api ke dalam tembok Tirus, sehingga purinya dimakan habis.”

1:11 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya,

1:12 Aku akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis.”

1:13 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat bani Amon, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead dengan maksud meluaskan daerah mereka sendiri,

1:14 Aku akan menyalakan api di dalam tembok Raba, sehingga purinya dimakan habis, diiringi sorak-sorai pada waktu pertempuran, diiringi angin badai pada waktu puting beliung;

1:15 dan raja mereka harus pergi sebagai orang buangan, ia bersama-sama dengan pembesar-pembesarnya,” firman TUHAN.

2:1. Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Moab, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur,

2:2 Aku akan melepas api ke dalam Moab, sehingga puri Keriot dimakan habis; Moab akan mati di dalam kegaduhan, diiringi sorak-sorai pada saat sangkakala berbunyi;

2:3 Aku akan melenyapkan penguasa dari antaranya dan membunuh segala pembesarnya bersama-sama dengan dia,” firman TUHAN.

2:4 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Yehuda, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menolak hukum TUHAN, dan tidak berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya, tetapi disesatkan oleh dewa-dewa kebohongannya, yang diikuti oleh nenek moyangnya,

2:5 Aku akan melepas api ke dalam Yehuda, sehingga puri Yerusalem dimakan habis.”

2:6 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut;

2:7 mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara; anak dan ayah pergi menjamah seorang perempuan muda, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku;

2:8 mereka merebahkan diri di samping setiap mezbah di atas pakaian gadaian orang, dan minum anggur orang-orang yang kena denda di rumah Allah mereka.

2:9. Padahal Akulah yang memunahkan dari depan mereka, orang Amori, yang tingginya seperti tinggi pohon aras dan yang kuat seperti pohon tarbantin; Aku telah memunahkan buahnya dari atas dan akarnya dari bawah.

2:10 Padahal Akulah yang menuntun kamu keluar dari tanah Mesir dan memimpin kamu empat puluh tahun lamanya di padang gurun, supaya kamu menduduki negeri orang Amori;

2:11 Aku telah membangkitkan sebagian dari anak-anakmu menjadi nabi dan sebagian dari teruna-terunamu menjadi nazir. Bukankah betul-betul begitu, hai orang Israel?” demikianlah firman TUHAN.

2:12 “Tetapi kamu memberi orang nazir minum anggur dan memerintahkan kepada para nabi: Jangan kamu bernubuat!

2:13 Sesungguhnya, Aku akan mengguncangkan tempat kamu berpijak seperti goncangan kereta yang sarat dengan berkas gandum.

2:14 Orang cepat tidak mungkin lagi melarikan diri, orang kuat tidak dapat menggunakan kekuatannya, dan pahlawan tidak dapat melarikan diri.

2:15 Pemegang panah tidak dapat bertahan, orang yang cepat kaki tidak akan terluput dan penunggang kuda tidak dapat meluputkan diri.

2:16 Juga orang yang berhati berani di antara para pahlawan akan melarikan diri dengan telanjang pada hari itu,” demikianlah firman TUHAN.

Dua pasal pertama dari buku Amos berisi tujuh nubuatan terhadap negara-negara yang berdekatan, yang diikuti oleh nubuatan terhadap Israel. Bangsa-bangsa asing tidak dihakimi karena mereka merupakan musuh Israel tetapi ka­rena pelanggaran-pelanggaran mereka terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan. Dua hal menonjol dalam kutukan Amos: Hilangnya kesetiaan dan hilangnya belas kasihan.

Contohnya, Tirus memimpin kota perdagangan yang terletak di pesisir Mediterania di sebelah utara Israel. Karena benteng pulau mereka hampir ti­dak bisa ditembus, mereka membual karena keamanan itu. Bahkan, para pe­mimpin Tirus membuat perjanjian damai dengan bangsa-bangsa sekitar me­reka, seperti Filistin. Kota itu bersekutu dengan Israel melalui “perjanjian per­saudaraan” selama pemerintahan Daud dan Salomo (IRaja. 5:1,12) dan bah­kan raja Ahab (1 Raja. 16:30,31). Tidaklah mengejutkan untuk membaca 1 Raja-raja 9:13 bahwa Hiram, Raja Tirus, menyebut Salomo “Saudaraku. “

Namun, bangsa Tirus telah melanggar “perjanjian persaudaraan”. Tirus ti­dak dikutuk oleh karena membawa tawanan, tetapi karena menyerahkan me­reka kepada musuh Israel, bangsa Edom. Jadi, orang-orang Tirus bertanggung jawab untuk kekejaman yang diderita oleh tawanan ini di tangan musuh-musuh mereka. Dalam pemandangan Allah, seseorang yang membantu dan mendu­kung kejahatan sama bersalahnya dengan orang yang melakukan itu.

Karena Allah berkuasa atas semuanya, dia memegang masa depan dari se­mua bangsa di dalam tangan-Nya. Dia memiliki tujuan dan perhatian yang jauh melampaui perbatasan Israel. Allah Israel adalah Allah semua bangsa; semua sejarah manusia dalam perhatiannya. Dia adalah Allah Pencipta, yang mem­beri kehidupan untuk semua, dan semua bertanggung jawab kepada-Nya.

Siapakah di antara kita tidak penuh dengan penderitaan saat melihat ketidakadilan yang tidak masuk akal? Ketika tidak ada Allah, harapan keadilan apa yang kita miliki untuk dilakukan? Apakah janji, yang dite­mukan di seluruh Alkitab, tentang Allah membawa keadilan dan penga­dilan kepada dunia berarti untukmu? Bagaimanakah kita belajar untuk bergantung kepada janji di tengah-tengah semua ketidakadilan yang kita lihat sekarang?

Senin
KEADILAN BAGI YANG TERTINDAS

Penghakiman universal Allah adalah satu dari pokok pengajaran yang dite­mukan di buku Amos. Pada permulaan bukunya, Amos mengumumkan peng­hakiman bagi beberapa negara tetangga Israel karena kejahatan mereka terha­dap kemanusiaan. Kemudian, bagaimanapun juga, Amos dengan berani me­ngatakan bahwa Allah juga akan menghakimi Israel. Kemarahan Allah tidak hanya ditujukan kepada bangsa-bangsa tetapi juga kepada umat yang telah di- pilih-Nya. Bangsa Yehuda telah menolak Firman Tuhan dan tidak menuruti pe- tunjuk-Nya.

Pada saat yang sama, Amos lebih luas lagi berhubungan dengan Israel dari pada Yehuda, walaupun dia telah melanggar perjanjian Allah dan melakukan banyak dosa. Kemakmuran ekonomi Israel dan stabilitas politik membawa bangsa itu kepada kerusakan rohani. Kerusakan rohani ini kelihatan pada ke­tidakadilan sosial. Di Israel, orang kaya mengeksploitasi orang miskin, dan orang yang kuat mengeksploitasi orang lemah. Orang kaya hanya peduli ke­pada diri sendiri dan penghasilan pribadi, walaupun itu harus mengorbankan dan menyengsarakan orang miskin (Tidak banyak berbeda dalam beribu ta­hun bukan?)

Baca Yesaya 58. Dalam hal apakah pasal ini menangkap aspek dari kebenaran masa kini? Dalam cara apakah, meskipun, apakah pekabaran kita kepada dunia lebih daripada ini?

Yesaya 58

58:1. Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!

58:2 Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya:

58:3. “Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?” Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.

58:4 Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.

58:5 Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?

58:6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,

58:7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

58:8. Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.

58:9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,

58:10 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.

58:11 TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.

58:12 Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni”.

58:13. Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,

58:14 maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Alkitab dengan jelas mengajar bahwa keadilan sosial seharusnya menjadi hasil dari Injil. Sementara Roh Kudus membuat kita semakin seperti Yesus, kita belajar untuk membagikan kepedulian Allah. Buku Musa menuntut per­lakuan yang adil kepada orang asing, janda dan yatim piatu (Kel. 22:21-24). Nabi-nabi berbicara tentang kepedulian Allah kepada perlakuan yang adil dan kasih kepada orang-orang yang tidak beruntung (Yes. 58:6, 7). Pemazmur me­nyebut Allah yang hidup pada tempat-Nya yang kudus “bapa bagi anak yatim, pelindung bagi janda” (Mzm. 68:5). Kristus menunjukkan perhatian yang be­sar bagi mereka yang ditolak masyarakat (Mark. 7:24-30; Yoh. 4:7-26). Yakobus memanggil kita untuk menempatkan iman kita ke dalam perbuatan dan menolong orang-orang yang tidak mampu (Vak. 2:14-26). Tidak ada pengi­kut Kristus yang boleh tidak melakukan itu dan menjadi benar-benar menjadi pengikut Kristus.

Selasa

BAHAYA DARI HAK ISTIMEWA

Pekabaran nubuatan dari Amos tidak dimaksudkan untuk dibatasi kepada keadaan Israel tetapi cakupannya meluas kepada Israel dan Yehuda. Dalam Perjanjian Lama, Israel memiliki keunikan tetapi bukan hanya mereka menun­tut Tuhan.

Baca Amos 3:1,2. Kata kerja Ibrani yada, “untuk mengetahui,” yang digu­nakan dalam ayat 2, memiliki kesan keintiman. Dalam Yeremia 1:5,contohnya, Allah mengatakan bahwa Dia mengenal” nabi itu dan mengasingkan dia bah­kan sebelum dia lahir. Demikian halnya juga dengan Israel. Mereka bukan ha­nya bangsa lain di antara bangsa-bangsa. Sebaliknya, mereka diasingkan un­tuk tujuan Ilahi yang kudus. Mereka berdiri dalam hubungan yang khusus de­ngan Dia.

Allah sendiri yang telah memilih Israel dan membawanya dari perham­baan kepada kebebasan. Keluar dari Mesir adalah satu peristiwa yang sangat penting dalam permulaan sejarah Israel sebagai satu bangsa. Itu memberikan tempat bagi Allah untuk melakukan tindakan penebusan dan penaklukan ta­nah Kanaan. Tetapi kekuatan dan kemakmuran Israel memimpin kepada ke­sombongan dan kepuasan oleh karena status istimewanya sebagai bangsa pi­lihan Allah.

Baca pernyataan Kristus dalam Lukas 12:47, 48. Dalam cara apakah kita dapat memahami prinsip yang Dia ajarkan di sana? Saat hak isti­mewa yang besar disalahgunakan, hal itu akan digantikan dengan hu­kuman yang besar?

Lukas 12:47, 48

12:47 Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.

12:48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”

Di bawah ilham Ilahi, nabi itu memperingatkan bahwa karena orang-orang Israel adalah pilihan Allah, mereka bertanggung jawab untuk tindakan me­reka. Allah berkata bahwa hubungan yang unik dengan Allah dibarengi de­ngan kewajiban, dan hukuman akan diberikan jika kewajiban itu tidak dipe­nuhi. Dengan kata lain, Israel sebagai umat pilihan Allah, memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk penghakiman, karena hak istimewa ini memerlu­kan tanggung jawab. Pemilihan Israel, bukan hanya status istimewa; mereka dipanggil untuk menjadi saksi kepada dunia tentang Tuhan yang telah mem­berkati mereka.

“Gereja-gereja yang mengaku sebagai milik Kristus pada generasi ini diangkat pada kesempatan-kesempatan yang tertinggi. Tuhan telah di­nyatakan kepada kita dalam terang yang semakin besar. Kesempatan kita adalah jauh lebih besar dari pada kesempatan umat Allah dahulu kala. —Ellen G. White, Perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus, hlm. 320. Pi­kirkan tentang semua hal yang telah diberikan kepada kita sebagai Ge­reja Masehi Advent Hari Ketujuh. Mengapakah tanggung jawab yang di­berikan kepada kita dengan keistimewaan membuat kita gemetar? Apa­kah mereka, atau kita terbiasa dengan hal itu. Apakah kita pernah men­jadi puas untuk semua yang kita peroleh? Jika tidak, bagaimanakah kita dapat berubah?

Rabu

PERTEMUAN ISRAEL DENGAN ALLAH

“Bersiaplah untuk bertemu dengan Aliahmu, hai Israel” (Amos 4:12)

Amos 4 dimulai dengan gambaran dosa Israel, dan diakhiri dengan pengu­muman akan hari perhitungan. Allah membuat umat-Nya khususnya bertang­gung jawab bagaimana mereka hidup dan memperlakukan yang lain.

Amos mendaftarkan daftar bencana alam, satu hal yang cukup untuk mem­buat mereka kembali kepada Allah. Daftar itu disusun dalam tujuh bencana, hukuman penuh bagi mereka yang melanggar perjanjian (sesuai dengan kata-kata Musa dalam Imamat 26). Beberapa bencana ini mengingatkan kita satu tu­lah yang dikirim Allah ke Mesir, sementara gambaran dari bencana yang terak­hir dengan tegas disebutkan kehancuran total dari Sodom dan Gomora.

Menurut doa Salomo saat penahbisan bait suci, apakah harus bencana yang menuntun orang untuk melakukan sesuatu? 1 Raja.8:37-40.

8:37 Apabila di negeri ini ada kelaparan, apabila ada penyakit sampar, hama dan penyakit gandum, belalang, atau belalang pelahap, apabila musuh menyesakkan mereka di salah satu kota mereka, apabila ada tulah atau penyakit apapun,

8:38 lalu seseorang atau segenap umat-Mu Israel ini memanjatkan doa dan permohonan di rumah ini dengan menadahkan tangannya–karena mereka masing-masing mengenal apa yang merisaukan hatinya sendiri–

8:39 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan Engkau kiranya mengampuni, bertindak, dan membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan segala kelakuannya, karena engkau mengenal hatinya–sebab Engkau sajalah yang mengenal hati semua anak manusia, —

8:40 supaya mereka takut akan Engkau selama mereka hidup di atas tanah yang telah Kauberikan kepada nenek moyang kami.

Orang Israel tidak berperangai seperti orang biasa lagi, dan Allah menda­pati adalah mustahil untuk mendapatkan perhatian mereka. Bahkan, pengha­kiman Allah mengakibatkan mengerasnya hati bangsa itu. Karena bangsa itu gagal untuk kembali kepada Allah, Amos menyampaikan kesempatan terak­hir untuk bertobat.

Penghakiman terakhir adalah segera, tetapi Amos tidak menjelaskan peng­hakiman apa yang akan terjadi. Ketidakpastian yang menghantui dalam kata- kata Amos membuat dalam menghadapi penghakiman semakin tidak menye­nangkan. Israel telah gagal untuk mencari Allah, sehingga Allah keluar men­jumpai Israel.

Amos 4:12 dimulai dengan kata-kata “sebab demikian akan kulakukan ke­padamu,” yang menggemakan rumus sumpah tradisional. Pernyataan yang sungguh-sungguh ini memanggil tanggapan dari Israel untuk mempersiapkan bertemu dengan Aliahnya seperti yang mereka lakukan sebelumnya untuk ke­hadiran Allah di Sinai. (Kel. 19:11, 15).

Baca dengan teliti Amos 4:12, 13. Jika, tiba-tiba, kamu mendengar peringatan, “Bersiaplah untuk bertemu Tuhanmu, hai (namamu di sini)” — apakah tanggapanmu? Apakah satu-satunya harapanmu? Lihat Rm. 3:19-28.

Amos 4:12, 13

4:12 “Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. –Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!”

4:13 Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi–TUHAN, Allah semesta alam, itulah nama-Nya.

Rm. 3:19-28

3:19. Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.

3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

3:21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,

3:22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.

3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

3:26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.

3:27 Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman!

3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

Kamis

KESOMBONGAN YANG MENUNTUN KEPADA KEJATUHAN

Baca buku Obaja. Kebenaran moral dan rohani apakah yang dapat kita ambil dari buku ini?

1:1. Penglihatan Obaja. Beginilah firman Tuhan ALLAH tentang Edom–suatu kabar telah kami dengar dari TUHAN, seorang utusan telah disuruh ke tengah bangsa-bangsa: “Bangunlah, marilah kita bangkit memeranginya!” —

1:2 Sesungguhnya, Aku membuat engkau kecil di antara bangsa-bangsa, engkau dihinakan sangat.

1:3 Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: “Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?”

1:4 Sekalipun engkau terbang tinggi seperti burung rajawali, bahkan, sekalipun sarangmu ditempatkan di antara bintang-bintang, dari sanapun Aku akan menurunkan engkau, –demikianlah firman TUHAN.

1:5 Jika malam-malam pencuri atau perampok datang kepadamu–betapa engkau dibinasakannya–bukankah mereka akan mencuri seberapa yang diperlukannya? Jika pemetik buah anggur datang kepadamu, bukankah mereka akan meninggalkan sisa-sisa pemetikannya?

1:6 Betapa kaum Esau digeledah, betapa harta bendanya yang tersembunyi dicari-cari!

1:7 Sampai ke tapal batas engkau diusir oleh semua teman sekutumu; engkau diperdayakan, dikalahkan oleh sahabat-sahabatmu. Siapa yang makan sehidangan dengan engkau memasang jerat terhadap engkau. –Tidak ada pengertian padanya.

1:8 Bukankah pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan melenyapkan orang-orang bijaksana dari Edom, dan pengertian dari pegunungan Esau?

1:9 Juga para pahlawanmu, hai Teman, akan tertegun, supaya semua orang di pegunungan Esau lenyap terbunuh.

1:10. Karena kekerasan terhadap saudaramu Yakub, maka cela akan meliputi engkau, dan engkau akan dilenyapkan untuk selama-lamanya.

1:11 Pada waktu engkau berdiri di kejauhan, sedang orang-orang luar mengangkut kekayaan Yerusalem dan orang-orang asing memasuki pintu gerbangnya dan membuang undi atasnya, engkaupun seperti salah seorang dari mereka itu.

1:12 Janganlah memandang rendah saudaramu, pada hari kemalangannya, dan janganlah bersukacita atas keturunan Yehuda pada hari kebinasaannya; dan janganlah membual pada hari kesusahannya.

1:13 Janganlah masuk ke pintu gerbang umat-Ku pada hari sialnya, bahkan janganlah memandang ringan malapetaka yang menimpanya pada hari sialnya; dan janganlah merenggut kekayaannya pada hari sialnya.

1:14 Janganlah berdiri di persimpangan untuk melenyapkan orang-orangnya yang luput, dan janganlah serahkan orang-orangnya yang terlepas pada hari kesusahan.

1:15 Sebab telah dekat hari TUHAN menimpa segala bangsa. Seperti yang engkau lakukan, demikianlah akan dilakukan kepadamu, perbuatanmu akan kembali menimpa kepalamu sendiri.

1:16 Sesungguhnya, seperti kamu telah minum di atas gunung-Ku yang kudus, segala bangsapun akan minum dengan tidak henti-hentinya; bahkan, mereka akan minum dengan lahap, dan mereka akan menjadi seakan-akan mereka tidak pernah ada.

1:17. Tetapi di gunung Sion akan ada orang-orang yang terluput, dan gunung itu akan menjadi tempat kudus; dan kaum keturunan Yakub akan memiliki pula tanah miliknya.

1:18 Kaum keturunan Yakub akan menjadi api dan kaum keturunan Yusuf menjadi nyala api, dan kaum keturunan Esau menjadi tunggul gandum: mereka akan membakar dan memakan habis sekaliannya, dan dari kaum keturunan Esau tidak ada seorangpun yang terlepas, sebab Tuhanlah yang berfirman demikian.

1:19 Maka orang-orang Tanah Negeb akan memiliki pegunungan Esau, dan orang-orang Daerah Bukit akan memiliki tanah orang Filistin. Mereka akan memiliki daerah Efraim dan daerah Samaria, dan suku Benyamin akan memiliki daerah Gilead.

1:20 Orang-orang Israel yang diangkut ke dalam pembuangan akan memiliki tanah orang Kanaan sampai ke Zarfat; dan orang-orang Yerusalem yang diangkut ke dalam pembuangan, yang ada di Sefarad, akan memiliki kota-kota di Tanah Negeb.

1:21 Penyelamat-penyelamat akan naik ke atas gunung Sion untuk menghukumkan pegunungan Esau; maka Tuhanlah yang akan empunya kerajaan itu.

Obaja adalah buku terpendek dalam Perjanjian Lama, dan buku itu mela­porkan penglihatan nubuatan penghakiman Allah atas tanah Edom. Pekabaran dalam buku ini berpusat kepada tiga persoalan: Kesombongan Edom (ayat 1-4), penghinaan Edom yang akan datang (ayat 5-9), dan kejahatan Edom ter­hadap Yehuda (ayat 10-14).

Bangsa Edom adalah keturunan Esau saudara Yakub. Permusuhan an­tara Israel dan Edom kembali kepada permusuhan keluarga antara dua sau­dara kembar, yang kemudian menjadi bapa dari dua bangsa. Namun, menu­rut Kejadian 33, kedua saudara ini berdamai kemudian. Jadi, Allah memerin­tahkan bangsa Israel untuk tidak membenci Edom, karena dia adalah sauda­ramu. (Ulangan 23:7).

Meskipun demikian, permusuhan antara bangsa ini berlanjut selama be­rabad-abad. Ketika Babylon menghancurkan Jerusalem dan menawan pen­duduknya, bangsa Edom bukan hanya bersukacita tetapi bahkan memangsa orang Israel yang melarikan diri dan juga membantu menjarah Jerusalem (Maz. 137:7).Karena alasan ini, Nabi Obaja memperingatkan bahwa Edom akan di­hakimi sesuai dengan Standard mereka: “‘Seperti yang telah kamu lakukan, demikianlah akan dilakukan kepadamu’” (Obaja 15). Bangsa Edom tidak ber­laku sebagai seorang saudara terhadap bangsa Yehuda pada saat kesusahan te­tapi justru bergabung dengan musuh untuk menyerang (Rat. 4:21,22).

Wilayah yang ditempati oleh Edom terletak di sebelah tenggara Laut Mati. Itu adalah daerah pegunungan yang dipenuhi dengan puncak gunung, tebing yang curam, gua, dan belahan yang dapat digunakan oleh musuh untuk ber­sembunyi. Sejumlah kota-kota Edom terletak pada daerah-daerah yang hampir tidak bisa dijangkau. Sela (dikenal juga sebagai Petra) adalah ibu kota Edom. Bangsa ini mengembangkan kesombongan yang disimpulkan dalam satu per­tanyaan. “Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?” (Obaja 3).

Allah menuntut tanggung jawab bagi siapa yang mengambil keuntungan dari orang lain pada saat kesukaran. Obaja memperingatkan orang-orang so- dom yang angkuh yang akan membawa penghinaan ke atas kepala mereka. Ti­dak ada tempat untuk melarikan diri dari Allah (Amos 9:2,3). Hari Tuhan yang akan datang akan membawa baik penghakiman juga keselamatan. Edom akan meminum cawan murka Allah, sementara bagian umat-umat Allah akan dipu­lihkan.

Jumat

Pendalaman

Bacalah kutipan berikut ini dan diskusikan bagaimana mereka menolong kita untuk memahami dengan cara yang lebih jelas pekabaran dari Hosea 1-4 dan Obaja.

Dari permulaan Agama orang Israel percaya bahwa Allah telah memilih orang- orang istimewa ini untuk membawa misi Allah telah menjadi batu penjuru iman Ibrani dan menjadi tempat perlindungan pada masa-masa kesulitan. Namun, nabi itu merasa bahwa bagi banyak orang di zaman mereka batu penjuru ini menjadi batu sandungan; tempat perlindungan, sebuah pelarian. Mereka harus memperi­ngatkan bangsa itu bahwa terpilihnya bukan kesalahan, sebagai pilih kasih Ilahi atau kebal terhadap hukuman, tetapi, sebaliknya, itu berarti mereka jauh lebih ter­buka kepada pengadilan dan penghukuman Ilahi….

“Apakah keterpilihan berarti bahwa Allah secara khusus memperhatikan Isra­el? Apakah keluarnya mereka dari Mesir berarti bahwa Allah hanya terlibat dalam sejarah Israel dan sama sekali melupakan nasib bangsa-bangsa lain?” —Abraham J. Heschel, The Prophet, hlm. 32,33.

“Dengan pertahanan jiwa yang telah hancur, para penyembah yang disele­wengkan tidak mempunyai penghalang terhadap dosa dan memasrahkan diri me­reka sendiri kepada nafsu-nafsu jahat hati manusia”

“Terhadap penindasan yang mencolok, ketidakadilan yang menonjol, keme­wahan dan pemborosan yang luar biasa, pesta pora dan kemabukan yang tidak mengenal malu, kemerosotan moral yang jahat dan pelanggaran kesusilaan, pada zaman mereka, para nabi mengangkat suara mereka; tetapi protes mereka sia-sia saja, percuma saja celaan mereka terhadap dosa. “Mereka benci kepada yang mem­beri teguran di pintu gerbang kata Amos, dan mereka keji kepada yang berkata de­ngan tulus ikhlas”. “Kamu yang menjadi orang benar terjepit, yang menerima uang suap dan yang mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang.” Amos 5:10, 12″ —Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld.3, hal. 231.

SEKOLAH “SATU” PEKAN MERUPAKAN SERI PELAJARAN ALKITAB SELAMA SATU PEKAN(MINGGU) YANG DISUSUN PERHARI DENGAN TUJUAN AGAR KITA DAPAT BELAJAR FIRMAN TUHAN SETIAP HARI.

Baca pelajaran yang lain dalam kategori Sekolah Alkitab “satu” Pekan atau kembali ke halaman depan Firman-Tuhan(.org).

TERPOPULER dan TERBARU:
PANGGILAN GIDEON
12 September 2012. PANGGILAN GIDEON “Orang Israel menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian itu. Lalu berserulah orang Israel kepada Tuhan”...
Kasih dan Penghakiman (Hosea)
Kasih dan Penghakiman: Dilema Allah (Hosea) Sabat Petang Bacalah Untuk Pelajaran Pekan Ini: Hos. 7:11,12; 10:11-13; Mal. 11:28- 30; Rm. 5:8; 1 Ptr....
Umat Istimewa Allah
Umat Istimewa Allah (Mikha) Sabat Petang PENDAHULUAN Bacalah Untuk Pelajaran Pekan Ini: Mi. 1:1-9; 2 Kor. 11:23-27; Mi. 2:1- 11; 5:2; 6:1-8; 7:18-20. Ayat...
BERSEMANGAT UNTUK MENGAMPUNI (YUNUS)
BERSEMANGANT UNTUK MENGAMPUNI (YUNUS) Sabat Petang Bacalah Untuk Pelajaran Pekan Ini: Yunus 1-4; Mzm. 139:1-12; Yes. 42:5; Wah. 10:6; Mat. 12:39-41;...
MEYAKINI KEBAIKAN ALLAH
"MEYAKINI KEBAIKAN ALLAH (HABAKUK)" Sabat Petang PENDAHULUAN Menunggu Tuhan bertindak. Apa yang anda rasakan ketika menonton siaran TV atau membaca...
UMAT ALLAH YANG ISTIMEWA
"UMAT ALLAH YANG ISTIMEWA (MIKHA)" Sabat Petang PENDAHULUAN Apa yang dituntut Allah. Mikha berasal dari Moresyet, sekitar 40 Km baratdaya Yerusalem,...
PENGLIHATAN PENGHARAPAN
"PENGLIHATAN PENGHARAPAN (ZAKHARIA)" SABAT PETANG: PENDAHULUAN Rencana Tuhan bagi umat-Nya. Tuhan selalu punya rencana untuk umat-Nya dari zaman ke...
PENCIPTAAN dan INJIL
PENCIPTAAN dan INJIL  SABAT PETANG BACA UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Kej. 3:21; Mzm. 104:29, 30; Yoh. 1:4; Rm. 5:6-11; Gal. 3:13; Mat. 27:46. AYAT...
KEBENCIAN SETAN TERHADAP HUKUM
Kebencian Setan Terhadap Hukum “Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah...
KEBENARAN MEMPEROLEH KEMENANGAN
14 September 2012 KEBENARAN MEMPEROLEH KEMENANGAN “TUHAN berfirman kepadanya: ‘…runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tian berhala...
pelajaran Alkitab
Kasih dan Penghakiman (Hosea)
Bahaya Rokok
Akibat dan Bahaya Dari Rokok