rumah tangga

teguran

PRINSIP MENYAMPAIKAN TEGURAN DALAM GALATIA 6:1

Teguran

PRINSIP MENYAMPAIKAN TEGURAN DALAM GALATIA 6:1

Galatia 6:1  “ Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.”

Pak Karyo bukan nama yang sebenarnya, begitu tersinggung mendengar pengaduann  anaknya, ditegur begitu keras oleh salah seorang anggota jemaat saat Anto anak pak Karyo itu berbisik saat acara kodbah  bersama temannya yang duduk disebelahnya. Menurut pak Karyo kenapa Harus si dia yang menegur, dan kenapa hanya anaknya yang ditegur, sementara  anak yang lain tidak diperlakukan dengan perlakuan yang sama. Akibat Teguran ini terjadilah suana tegang antara Pak Karyo dengan sipenegur anaknya itu.

Mungkin peristiwa seperti ini sering kita temukan, dalam kehidupan ditengah tengah masyarakat, terutama dlam lingkungan gereja dan Rumah tangga.  Kita ingin menegur dengan tujuan Tulus untuk kebaikan orang yang kita tegur, sementara hasil dari teguran itu tidak seperti yang kita harapkan yaitu perubahan menuju kebaikan. Yang terjadi setelah teguran kita sampaikan  malah sebaliknya menjadi tidak efektif, menimbulkan sakit hati dari pihak yang di tegur.

Untuk mengurangi dampak yang negatif akibat teguran kita,  dan mengupayakan agar teguran kita itu menjadi berkat, maka kita perlu memperhatikan beberapa prinsip teguran yang bersumber pada firman Tuhan dalam Galatia 6:1  “ Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.”
Kepada kita para orang tua, yang  dipanggil Tuhan untuk menuntun anak anak baik digereja ataupun dirumah. Yang mana salah satu yang pasti kita akan lakukan adalah memberi Teguran. kita perlu memperhatikan  4  prinsip penting dalam menyampaikan teguran  yang kita ambil dari Kitab Galatia 6:1.

Prinsip Pertama:
Orang yang menegur,  haruslah orang yang rohani dan memiliki hubungan yang baik. Maksud orang yang rohani  adalah  orang yang sudah menghidupkan apa yang disarankan kepada orang lain dan tentu  memiliki kehidupan yang seharusnya dapat menjadi contoh yang baik bagi orang lain.  Selanjutnya  sipenegur haruslah memiliki hubungan baik dengan orang yang ditegur.  Maksudnya  sebelum kita menyampaikan teguran, kita mesti menyadari tentang hubungan kita denganya. Kalau hubungan kita baik, teguran itu akan bisa jatuh ke tempat yang kondusif. Tetapi kalau hubungan kita dengan dia memang sedang kurang baik, selanjutnya  kita  coba coba menyampaikan teguran, otomatis kita seolah-olah hanyalah menambahkan minyak kepada api yang sudah berkobar.

Inilah yang  kadang-kadang  kita lakukan. Sewaktu kita misalnya masih dalam suasana bertengkar dengan istri atau suami kita. Saat sedang  panas-panasnya bertengkar karena masalah-masalah yang sedang, atau masih hangat  terjadi, Eeeeeeee kemudian kita  mau coba-coba menambahkan dengan  teguran.  Teguran itu menjadi tidak Tepat. masalahnya adalah: Teguran yang kita sampaikan di  dalam suasana bersitegang, kemarahan atau di dalam suasana percekcokan yang sedang kita lewati. Akibat Teguran itu  bagaikan menyiramkan  minyak pada Api yang menyala saja, dan sudah tentu pastilah lebih sulit untuk dipadamkan.

Prinsip Kedua
:
Kenapa orang  yang menegur itu  harus  orang yang rohani.  Inilah Alasanya karena dia harus memimpin  orang yang ditegur itu ke jalan yang benar bukan ke jalan permusuhan, jalan sakit hati. Sementara bila  kita sendiri hidup tidak benar dalam  Kristus,  bagaimanakah tahu  hal hal yang benar. Selanjutnya bila kita tidak rohani  bagaimanakah  kita bisa memimpin dia ke jalan yang benar. Bagi kita yang ditegur Kita mesti bertanya apakah kita mempercayai integritas orang yang menegur kita. Kalau kita mempercayai integritasnya, kita lebih mudah menerima tegurannya. Oleh sebab itu milikilah  kehidupan rohani yang mantap.

Prinsip yang ketiga:
Cara penyampaiannya dalam roh lemah lembut. Karena tanpa kelembutan orang akan merasa  bagaikan ditusuk tusuk  oleh pisau yang tajam.   Inilah yang sepertinya sering kita lupakan. Kalau kita mau jujur  sebagian dari kita  sering dalam menegur itu bukan dengan cara yang lemah lembut. Sebagian dari kita saat menegur digereja, atau dirumah  ada saja yang terdorong oleh rasa jengkel, terdorong oleh  amarah, Ingin Mempersalahkan.  Sehingga hasil dari rasa jengkel dan amarah yang  bukan roh kelemah lembutan,  hasilnya tidak sesuai dengan rencana Tuhan. Cobalah dengan Roh yang lemah lembut disertai motif ingin membatu, Pastilah akan sangat berbeda hasilnya.

Prinsip yang ke Empat:
Tuhan  meminta kita, Saat  kita menegur kita menjaga diri.   Menjaga diri dari apa? Menjaga diri dari rasa sombong, atau menyombongkan diri, rasa  meninggikan diri.  Buah  dari kesombongan,  dan meninggikan diri itu akan kelihatan jelas  oleh mereka yang kita tegor. Dengan cara kita menegur yang penuh kesombongan dan meninggikan diri itu akan  nampak  seolah olah kita  tidak mungkin mempunyai kesalahan yang sama, padahal dalam kenyataan kita juga manusia yang sama yang bisa jatuh dosa.  Roh seperti itulah yang membuat Teguran kita tidak menjadi berkat.
Sumber: www.kadnet.org (KADNet – Keluarga Advent Network)

Baca artikel yang lain dalam kategori Rumah Tangga atau kembali ke halaman depan Firman-Tuhan(.org).

TERPOPULER dan TERBARU:
SIKAP ORANG TUA KETIKA ANAK MELAKUKAN KEBOHONGAN
SIKAP ORANG TUA KETIKA ANAK MELAKUKAN KEBOHONGAN Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua...
ENAM KESALAHAN ORANG TUA DALAM MANGASUH ANAK
6 Kesalahan Orang Tua Dalam Mengasuh Anak Amsal 29:17 Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. Salah...
Kasih dan Penghakiman (Hosea)
Kasih dan Penghakiman: Dilema Allah (Hosea) Sabat Petang Bacalah Untuk Pelajaran Pekan Ini: Hos. 7:11,12; 10:11-13; Mal. 11:28- 30; Rm. 5:8; 1 Ptr....
PERNIKAHAN: KARUNIA DARI EDEN
PERNIKAHAN: KARUNIA DARI EDEN SABAT PETANG BACA UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Kej. 2:18-25; Mrk. 10:7-9; Ef. 5:22-25; Mat. 5:27-30; 2 Kor. 3:18. AYAT...
Didikan Sang Ayah
Didikan Sang Ayah Pendidikan Karakter Dari Seorang Ayah Waktu itu, Arun Gandi masih berumur 16 tahun dan tinggal bersama orangtuanya di sebuah lembaga...
“KASIH DAN PENGHAKIMAN: DILEMA ALLAH (HOSEA)”
"KASIH DAN PENGHAKIMAN: DILEMA ALLAH (HOSEA)" Sabat Petang PENDAHULUAN Metafora. Kita sudah pernah pelajari dalam pelajaran beberapa pekan lalu...
PASANGAN YANG RAWAN PERTENGKARAN
PASANGAN YANG RAWAN PERTENGKARAN I Petrus3:9 “Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya,...
JANJI DOA
"JANJI DOA" Sabat Petang PENDAHULUAN Doa adalah salah satu karunia Allah bagi manusia yang sangat penting. Manusia selalu mempunyai rasa kebutuhan...
INGIN SEKALI MENGAMPUNI (NABI YUNUS)
"INGIN SEKALI MENGAMPUNI (NABI YUNUS)" PRAWACANA: Sebagian orang menganggap bahwa kitab Yunus hanyalah sebuah cerita kiasan atau alegori (khususnya bagi...
RENUNGAN PAGI “KABAR BAIK DARI PATMOS” – 9 MEI 2013
RENUNGAN PAGI “KABAR BAIK DARI PATMOS” - 9 MEI 2013 "Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah JIWA-JIWA...
KEMENANGAN ATAS PENCOBAAN