asal-usul hari sabat

hari sabat

Bagian 1. ASAL–USUL HARI SABAT

Sebelumnya: Prakata

Bagian 1

ASAL–USUL HARI SABAT

Baca halaman disclaimer kami klik disini.

Sudah tentu tempat untuk mengawalinya adalah pada Permulaan Alkitab! Buku pertama dari Alkitab menceritakan kepada kita bahwa Allah telah menciptakan dunia di mana kita hidup serta wilayah dari alam semesta di mana kita ada dan bahwa tindakan penciptaan ini telah terlaksana dalam Enam Hari, lalu ALAH MEMILIH UNTUK BERHENTI PADA HARI YANG KETUJUH!

ALLAH berfirman, “hendaklah ada terang,” dan terang pun jadilah. Lalu Allah melihat terang itu baik… Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah Petang dan jadilah Pagi, itulah Hari Pertama.. maka Allah menajadikan Cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya… lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah Hari Kedua. Lalu, pada Hari Ketiga Allah menjadikan daratan serta lautan lalu menumbuhkan rerumputan dan pepohonan pada Hari Keempat Allah menjadikan Matahari dan Bulan… pada Hari Kelima Allah menghadirkan burung-burung dan ikan-ikan kemudian Allah menciptakan laki-laki dan perempuan pada Hari Keenam – Lalu ALLAH MEMBERKATI HARI YANG KETUJUH DAN DIA BERHENTI PADA HARI ITU! (lihat Kejadian 1:3-2:3)

Hari ke Tujuh

Hari ke Tujuh

SABAT HARI YANG KETUJUH MENGHORMATI PENCIPTA Planet kita, yaitu “BUMI” kita ini! Itulah sebabnya Allah melembagakan peristiwa mingguan ini supaya kita bisa mengingat dan menghormati Sang Pencipta yang menjadikan manusia serta dunia ini!

AKTE KELAHIRAN diberikan kepada Bumi, dan dengan ini diciptakan serta diberi KEHIDUPAN oleh ALLAH. Bacalah Keluaran 20:11 dan 31:17.

Hari SABAT adalah hukum KEEMPAT dari SEPULUH HUKUM TUHAN, bunyinya,”Ingatlah dan kuduskanlah hari SABAT; enam hari engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi HARI KETUJUH adalah Hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan atau hewanmu atau orang asing yang ditempat kediamanmu, atau sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, da Ia BERHENTI pada HARI KETUJUH; itulah sebabnya TUHAN MEMBERKATI HARI SABAT DAN MENGUDUSKANNYA.” Keluaran 20:8-11

Itulah hukum Tuhan yang kekal dan tidak terubahkan! Kita diperintahkan supaya tidak membunu, tidak berdusta atau mencuri, tidak menginginkan istri dan harta milik sesama, tidak berbuat zinah ataupun menyembah patung, srta tidak menyebut nama Allah dengan sia-sia… kita wajib menghormati orang tua kita, berbakti hanya kepada Allah… DAN BERBAKTI SERTA BERHENTI PADA SABAT HARI YANG KETUJUH! (Keluaran 24:12, 31:18 Daniel 32:15,16)

Sekarang pertanyaannya adalah hari apakah Hari Ketujuh itu?

(dalam satu pekan/satu minggu)

Perhatikan kalender-kalender modern! Hari SABTU itu tetap hari “TERAKHIR DALAM SATU PEKAN”, SABTU merupakan hari KETUJUH disetiap satu pekan. (lihat gambar dibawah).

*Bukti-bukti tentang HARI SABTU adalah HARI SABAT akan di bahas di bagian-bagian selanjutnya dalam seri pelajaran ini.

Hari Sabtu

Hari Sabtu

“HARI” berasala dari berputarnya (rotasi) planet bumi pada sumbunya, sedangkan “BULAN” berasal dari lamanya bulan mengelilingi bumi, sedangkan “TAHUN” dihitung dari beredarnya bumi kita mengelilingi matahari.

Pernakah Anda berpikir dari manakah perhitungan 1 minggu itu?

Mungkin mengejutkan, tetapi 7 hari sepekan nyaris tidak dikenal pada zaman dulu. Melalui bangsa Yahudi (bukan agama Yahudi) yang terus melestarikannya sementara bangsa-bangsa disekelilingnya menajiskannya! Bahkan bangsa mesir kuno tidak mengenal 7 hari sepekan, itulah sebabnya bangsa Yahudi harus “DIINGATKAN” mengenai hari kudus itu ketika panjajahan bangsa mesir atas mereka.

7 hari sepekan atau 7 hari seminggu BERASAL DARI PENCIPTAAN planet Bumi kita ini.

ALLAH berfirman, “hendaklah ada terang,” dan terang pun jadilah. Lalu Allah melihat terang itu baik… Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah Petang dan jadilah Pagi, itulah Hari Pertama.. maka Allah menajadikan Cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya… lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah Hari Kedua. Lalu, pada Hari Ketiga Allah menjadikan daratan serta lautan lalu menumbuhkan rerumputan dan pepohonan pada Hari Keempat Allah menjadikan Matahari dan Bulan… pada Hari Kelima Allah menghadirkan burung-burung dan ikan-ikan kemudian Allah menciptakan laki-laki dan perempuan pada Hari Keenam – Lalu ALLAH MEMBERKATI HARI YANG KETUJUH DAN DIA BERHENTI PADA HARI ITU! (lihat Kejadian 1:3-2:3)

Tanyakanlah kepada setiap orang Yahudi, maka mereka akan mengatakan tanpa keraguan bahwa HARI SABTU adalah selamanya HARI SABAT!

Jika Anda berkesempatan mengunjungi ISRAEL, kota YERUSALEM maka Anda akan mendapati bahwa umat Kristen di YERUSALEM berbakti pada HARI SABTU.
(Ada banyak umat Kristen yang dengan berkat TUHAN sudah berkesempatan mengunjungi kota Yerusalem dan mendapati umat Kristen di YERUSALEM berbakti pada HARI SABTU.)

APAKAH HARI SABAT SETIAP PEKAN DITUJUKAN HANYA KEPADA ORANG YAHUDI SAJA!

Jawabannya: TIDAK!

Hari itu TIDAK PERNAH disebut “Hari Sabat Yahudi” (carilah dalam Alkitab dan Anda tidak akan pernah menemukannya) melainkan selalu disebut “Hari Sabat Tuhan Allahmu!” Yesus mengatakan Hari Sabat diciptakan untuk manusia (lihat Markus 2:27), artinya kepada umat manusia, karena istilah “Manusia” di sini adalah tidak terbatas jadi, SABAT adalah untuk orang NON YAHUDI maupun orang YAHUDI!

INGAT: HARI SABAT DICIPTAKAN 2000 TAHUN SEBELUM BANGSA YAHUDI ADA!

Bahkan ALLAH mengumumkan suatu berkat khusus bagi bangsa NON-YAHUDI yang memelihara Hari Sabat! Dan IA berfirman SEMUA ORANG akan Kuberi kesukaan di rumah doa-KU selamanya! (Yesaya 56:6-7).

Nah sekarang, apakah bisa dan masuk akalkah jika manusia mengubah SEPULUH HUKUM Allah itu??

Tuhan sendiri memberkati dan menguduskan HARI KETUJUH, namun umat KRISTEN modern MENGABAIKAN HARI SABAT dan gantinya berbakti pada HARI MINGGU!

Andaikanlah demikian: Misalnya dokter pribadi Anda sudah menentukan bahwa dia akan memeriksa Anda setiap hari Senin selama sisa hidup Anda – Bisakah Anda berpikir untuk Mengubah Jadwal berdasarkan keinginan Anda sendiri semata-mata karena perubahan jadwal itu “cocok” dengan waktu Anda, tanpa memperoleh persetujuan Dokter tersebut?  Pastinya TIDAK!

Atau begini: Katakanlah bahwa Hari Ulang Tahun Anda jatuh pada tanggal 7 Januari, tetapi anda ngotot merayakannya(mengubahnya) pada tanggal 1 Januari. Apakah anda bisa MENGUBAH hari ulang tahun Anda hanya karena Anda ingin merayakannya pada hari yang lain??. Tentu saja TIDAK!

Begitu pula halnya dengan “HARI SABAT” – ada jutaan orang Kristen yang mengira bahwa Hari Sabat telah resmi diubah dari HARI SABTU kepada HARI MINGGU… (atau mengira bahwa HARI SABAT adalah HARI MINGGU).

TETAPI BENARKAH DEMIKIAN???

Perhatikan:
* ALKITAB adalah kumpulan dari 66 tulisan yang berbeda-beda, 66 kitab, dan dari awal hingga akhir, dari Kejadian sampai Wahyu, Kitab Suci berbicara secara TETAP tentang pentinnya HARI SABAT ALLAH YANG SUCI! (Setiap kali kita BERHENTI PADA HARI YANG KETUJUH, sebagaimana yang ALLAH lakukan pada masa penciptaan KITA MERAYAKAN PERISTIWA (PENCIPTAAN BUMI) YANG MULIA ITU!!

* Sabat Hari yang KETUJUH itu dititahkan oleh suara ALLAH YANG HIDUP (Ulangan 4:12-13)

* Itulah tana dari ALLAH SEJATI, oleh mana kita membedakan Dia dari Illah Palsu “Akulah Tuhan, Allahmu: Hiduplah menurut ketetapan-ketetapanKU dan lakukanlah peraturan-peraturanKU dengan setia, kuduskanlah hari-hari SabatKU, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan Kamu, supaya orang mengetahui bahwa AKULAH TUHAN, ALLAHU (Yehezkiel 20: 19-20)

* GANTINYA MENGHAPUSKAN HARI SABAT, YESUS DENGAN SAKSAMA MENGAJARKAN BAGAIMANA SABAT ITU HARUS DIPELIHARA!…(Matius 12: 1-13).

Bersambung ke pembahasan bagian berikut.

Selanjutnya: Bagian 2. Bukti Alkitab