hari sabat

10 hukum Tuhan

Bagian 8. Perubahan Besar (10 Hukum Tuhan Dirubah)

Sebelumnya: Bagian 7. Pengakuan Mengenai Hari Sabat

Bagian 8

PERUBAHAN BESAR – 10 HUKUM!

Baca halaman disclaimer kami klik disini.

10 Hukum Allah

10 Hukum Allah

Gereja Katolik Roma berusaha merubah merubah 10 hukum (terkait dengan pelajaran bagian 6). Bukan hanya hari Sabat yang digantikan dengan hari Minggu, tapi juga menghapus hukum ke 2 yaitu: Jangan membuat bagimu patung (Kel 20:4).

Mengapa hal ini dilakukan?? Tujuannya agar Kekristenan itu menjadi lebih menarik bagi orang-orang KAFIR

Orang kafir gemar menyembah patung dan supaya 10 hukum ini bisa diadaptasi oleh orang kafir maka dihapuslah hukum ke 2. 10 Hukum dirubah, hukum ke 2: Jangangan membuat bagimu patung dan menyembahnya (Kel 20:4) dihapus, dan sebagai gantinya hukum ke 10 di bagi dua menjadi: Jangan mengingini istrimu (menjadi hukum ke 9) dan Jangan mengingini harta sesamamu (menjadi hukum ke 10) dengan demikian tetap menjadi 10 hukum (palsu) setelah hukum kedua di hapus.

INILAH 10 HUKUM YANG ASLI:

10 Hukum yang kita ketahui ini tertulis di kitab Keluaran 20:3-17. Kesepuluh Hukum itu ialah:

1. Jangan ada padamu allah lain dihadapan-KU. (Kel. 20:3).
2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, seba Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-KU. (Kel. 20:4-6).
3. Jangan menyebut nama TUHAN, ALLAHmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut namaNYA dengan sembarangan. (Kel. 20:7).
4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat, enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, ALLAHmu; maka jangan melkukan sesuatu pekerjaa, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang ditempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Kel. 20:8-11).
5. Hormatilah ayah dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, ALLAHmu, kepadamu. (Kel. 20:12).
6. Jangan membunuh. (Kel. 20:13).
7. Jangan berzinah. (Kel. 20:14).
8. Jangan mencuri. (Kel. 20:15).
9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. (Kel. 20:16).
10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atah hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu. (Kel. 20:17).

BERIKUT ADALAH 10 HUKUM YANG TELAH DIRUBAH:

I. Akulah Tuhan Allahmu, janganlah ada padamu Allah yang asing di hadapan-KU.
2. Jangan menyebut nama Tuhanmu dengan sia-sia (hukum ke 2 bukan lagi yang ASLI, hukum tentang patung di hilangkan).
3. Ingatlah supaya kamu memelihara hari Sabat yang suci (yang dimaksudkan adalah hari Minggu, telah dibatalkan secara paksa).
4. Hormatilah ayahmu dan ibumu.
5. Jangan membunuh.
6. Jangan berzinah.
7. Jangan mencuri.
8. Jangan mengucapkan kesaksian dusta tentang sesamamu.
9. Jangan mengingini istri sesamamu (merupakan hukum ASLI ke 10 tapi di terbagi dalam 2 bagian 9 & 10).
10. Jangan mengingini harta sesamamu (merupakan hukum ASLI ke 10 tapi di terbagi dalam 2 bagian 9 & 10).

Mereka mengira sudah berhasil mengubah Hukum Allah, tetapi sebenarnya tidak!

Lihat Daniel 7:25 : “Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, da akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Baca Matius 5:17,18 :”Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”

Bersambung ke pembahasan bagian berikut.

Selanjutnya: Bagian 9. Konsili Trent