renungan pagi

renungan harian

RENUNGAN PAGI “KABAR BAIK DARI PATMOS” – 9 MEI 2013

renungan harian

RENUNGAN PAGI “KABAR BAIK DARI PATMOS” – 9 MEI 2013

“Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah JIWA-JIWA MEREKA YANG TELAH DIBUNUH karena Firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: “Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak MENGHAKIMI DAN TIDAK MEMBALASKAN DARAH KAMI kepada mereka yang diam di bumi?” (Wahyu 6:9,10).

Friedrich Nietzsche, seorang filsuf Jerman yang terkenal dengan pernyataannya “Tuhan sudah mati,” menjadi lawan yang serius bagi Kekristenan. Dia menyatakan bahwa agama diciptakan oleh orang-orang lemah di dunia, supaya mereka merasa baik tentang situasi hidup mereka yang tidak beruntung. Dengan mengangkat tinggi nilai-nilai kerendahan hati, penyerahan, dan kemiskinan serta mengutuk kesombongan, kekuasaan, dan kekayaan, masyarakat yang tidak berdaya ini maka dapat melihat situasi mereka dari sudut pandang yang lebih baik.

Nietzsche percaya bahwa pembalikan nilai seperti ini berpengaruh buruk bagi perorangan dan masyarakat secara keseluruhan, dan dia menertawakan hal ini sebagai “pemberontakan moral para budak.” Dia pasti akan menyerang ayat seperti di atas, yang meninggikan mereka yang lemah dan korban penindasan, dia tidak akan menggunakan kata-kata “berbahagialah orang yang lemah lembut” atau “berikan pipi yang lain.” Isi Perjanjian Baru akan banyak menyinggung dia, sep