Umat Istimewa Allah

umat Kristen

Umat Istimewa Allah

Umat Kristen

Umat Istimewa Allah (Mikha)

Sabat Petang

PENDAHULUAN

Bacalah Untuk Pelajaran Pekan Ini: Mi. 1:1-9; 2 Kor. 11:23-27; Mi. 2:1- 11; 5:2; 6:1-8; 7:18-20.

Ayat Hafalan: ”Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain ber­laku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di ha­dapan Allahmu?” (Mi. 6:8).

Pokok Pikiran: Bahkan di tengah-tengah kemurtadan, Tuhan bersedia mengampuni dan menyembuhkan umat-Nya.

Umat KristenNabi Mikha melayani pada masa tergelap dari sejarah Israel. Negara itu telah lama terbagi menjadi dua kerajaan. Akhirnya, Asyur mengakhiri kerajaan utara, dan Mikha dapat melihat kejahatan dan kekejaman merayap masuk ke kerajaan Yehuda di Selatan. Dia berkhotbah menentang dosa-dosa fatal seperti ketidakjujur, ketidakadilan, penyuapan, dan ketidakper­cayaan. Mikha adalah nabi pertama yang meramalkan kehancuran Yerusalem (Mikha 3:12).

Namun, melalui inspirasi Ilahi, Mikha melihat terang dalam waktu gelap ini. Dengan bantuan pemandangan Allah, dia melihat jauh kepada penghu­kuman yang akan datang. Mikha memberikan kata-kata yang mendorong dan berkata bahwa Tuhan telah mengurapi pemimpin yang akan datang dari Bet­lehem. Mesias akan menjadi pemimpin yang akan menyelamatkan Israel dan berbicara damai kepada bangsa-bangsa dengan mengajarkan mereka “meng­gunakan pedang mereka menjadi mata bajak” (Mi. 4:3). Teguran Allah akan menjadi saluran pemulihan dan berkat-berkat pokok.

Minggu

HATI NABI YANG SAKIT

Dalam Mikha 1:1-9, Nabi mengundang seluruh dunia untuk menyaksikan penghakiman Allah terhadap orang-orang berdosa. Ibukota Samaria dan Jerusalem dipilih karena pemimpin mereka gagal menjadi teladan dalam hal meng­ikut Allah dengan hati yang tidak terbagi. Kedua kota ini yang akan pertama kali menderita kehancuran.

Pemikiran akan penghakiman yang menghancurkan menghasilkan tekanan dalam kehidupan Mikha. Karena panggilannya sebagai nabi mempersatukan dia dengan tujuan Allah, dia tidak memiliki pilihan lain, tetapi harus mengu­mumkan apa yang akan terjadi dalam waktu dekat. Tetapi Mikha juga menga­sihi bangsanya itu, dan rencana penawanan ini membawa dia kepada ratapan pribadi. Sering sekali berita buruk memberikan pengaruh yang sangat meng­hancurkan ke dalam pemikiran dan tubuh nabi itu.

Apakah yang ayat-ayat berikut ini ajarkan tentang kesulitan nabi-nabi? Bil. 11:10-15; 1 Raja. 19:14; Yer. 8:21-9:2; Yeh 24:15-18; 2 Kor 11:23-27

Bil. 11:10-15;

11:10 Ketika Musa mendengar bangsa itu, yaitu orang-orang dari setiap kaum, menangis di depan pintu kemahnya, bangkitlah murka TUHAN dengan sangat, dan hal itu dipandang jahat oleh Musa.

11:11 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: “Mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia di mata-Mu, sehingga Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab atas seluruh bangsa ini?

11:12 Akukah yang mengandung seluruh bangsa ini atau akukah yang melahirkannya, sehingga Engkau berkata kepadaku: Pangkulah dia seperti pak pengasuh memangku anak yang menyusu, berjalan ke tanah yang Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangnya?

11:13 Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dengan berkata: Berilah kami daging untuk dimakan.

11:14 Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku.

11:15 Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja, jika aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, supaya aku tidak harus melihat celakaku.”

1 Raja. 19:1-4;

19:1. Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang,

19:2 maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: “Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu.”

19:3 Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.

19:4 Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”

Yer. 8:21-9:2;

8:21 Karena luka puteri bangsaku hatiku luka; aku berkabung, kedahsyatan telah menyergap aku.

8:22 Tidak adakah balsam di Gilead? Tidak adakah tabib di sana? Mengapakah belum datang juga kesembuhan luka puteri bangsaku?

9:1. Sekiranya kepalaku penuh air, dan mataku jadi pancuran air mata, maka siang malam aku akan menangisi orang-orang puteri bangsaku yang terbunuh!

9:2 Sekiranya di padang gurun aku mempunyai tempat penginapan bagi orang-orang yang sedang dalam perjalanan, maka aku akan meninggalkan bangsaku dan menyingkir dari pada mereka! Sebab mereka sekalian adalah orang-orang berzinah, suatu kumpulan orang-orang yang tidak setia.

Yeh 24:15-18;

24:15. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku:

24:16 “Hai anak manusia, lihat, Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai seperti yang kena tulah, tetapi janganlah meratap ataupun menangis dan janganlah mengeluarkan air mata.

24:17 Diam-diam saja mengeluh, jangan mengadakan ratapan kematian; lilitkanlah destarmu dan pakailah kasutmu, jangan tutupi mukamu dan jangan makan roti perkabungan.”

24:18 Pada paginya aku berbicara kepada bangsa itu dan pada malamnya isteriku mati. Pada pagi berikutnya aku melakukan seperti diperintahkan kepadaku.

2 Kor 11:23-27

11:23 Apakah mereka pelayan Kristus? –aku berkata seperti orang gila–aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.

11:24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,

11:25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.

11:26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.

11:27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,

Nabi-nabi Allah terlibat dalam berita-berita yang mereka beritakan. Me­reka tidak menikmati untuk berbicara tentang hal-hal buruk yang akan terjadi. Mereka sering menggunakan ratapan untuk menyatakan reaksi mereka untuk bencana yang akan datang. Rasa sakit itu nyata. Kepada pendengarnya, pekabarannya berisikan baik dalam kata-kata nubuatan dan juga tanda-tanda la­hiriah, yang sering memperlihatkan penderitaan yang dalam yang memancar dari dalam. Reaksi Mikha terhadap pengadilan Ilahi mengingatkan kita kepada Yesaya, yang berjalan setengah telanjang selama tiga tahun dan tanpa alas kaki sebagai tanda yang memalukan bahwa penawanan akan terjadi. Bagi mereka yang memiliki narasumber, kamu dapat membaca tentang penderitaan yang besar ini yang dialami oleh Ellen G. White dalam pelayanannya; ini akan meno­long kita untuk memahami lebih baik apa yang pelayan Allah akan hadapi.

Baca 1 Petrus 4:14-16 dan kemudian lihat dirimu sendiri dan apa pun pencobaan yang sedang kamu lalui. Berapa besarkah penderitaan yang kamu alami oleh karena kesetiaanmu kepada Allah? Berapa banyak ka­rena ketidaksetiaanmu?

1 Petrus 4:14-16

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

4:15 Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.

4:16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

Senin

MEREKA YANG MERANCANG KELALIMAN

Baca Mikha 2:1-11 dan Mikha 3. Dosa apakah yang mengancam un­tuk membawa penghakiman atas orang-orang ini?

Mikha 2:1-11

2:1. Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan yang merencanakan kejahatan di tempat tidurnya; yang melakukannya di waktu fajar, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya;

2:2 yang apabila menginginkan ladang-ladang, mereka merampasnya, dan rumah-rumah, mereka menyerobotnya; yang menindas orang dengan rumahnya, manusia dengan milik pusakanya!

2:3 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku merancang malapetaka terhadap kaum ini, dan kamu tidak dapat menghindarkan lehermu dari padanya; kamu tidak dapat lagi berjalan angkuh, sebab waktu itu adalah waktu yang mencelakakan.

2:4 Pada hari itu orang akan melontarkan sindiran tentang kamu dan akan memperdengarkan suatu ratapan dan akan berkata: “Kita telah dihancurluluhkan! Bagian warisan bangsaku telah diukur dengan tali, dan tidak ada orang yang mengembalikannya, ladang-ladang kita dibagikan kepada orang-orang yang menawan kita.”

2:5 Sebab itu tidak akan ada bagimu orang yang melontarkan tali dengan undian di dalam jemaah TUHAN.

2:6. “Janganlah ucapkan nubuat,” kata mereka itu, “orang tidak mengucapkan nubuat seperti itu! Noda tidak akan menimpa kita.”

2:7 Bolehkah hal itu dikatakan, keturunan Yakub? Apakah TUHAN kurang sabar? Atau seperti inikah tindakan-Nya? Bukankah firman-Ku baik terhadap orang yang benar kelakuannya?

2:8 Tetapi kamulah yang bangkit sebagai musuh terhadap umat-Ku. Kamu merebut jubah dari orang-orang yang suka damai, dari orang-orang yang berjalan lewat dengan tenteram, yang tidak cenderung kepada perang.

2:9 Para isteri di antara umat-Ku kamu halau dari rumah kesayangannya, dari bayi-bayinya kamu mengambil untuk selama-lamanya, semarak yang telah Kuberikan kepada mereka.

2:10 Bangkitlah dan pergilah, sebab ini bukan tempat perhentian bagimu! Oleh karena kenajisan maka kamu akan dibinasakan dengan kebinasaan yang tidak terpulihkan.

2:11 Seandainya seseorang datang mereka-reka yang hampa dan dusta: “Aku bernubuat kepadamu tentang anggur dan arak,” maka dialah yang patut menjadi orang yang bernubuat terhadap bangsa ini!

Mikha 3

3:1. Kataku: Baiklah dengar, hai para kepala di Yakub, dan hai para pemimpin kaum Israel! Bukankah selayaknya kamu mengetahui keadilan,

3:2 hai kamu yang membenci kebaikan dan yang mencintai kejahatan? Mereka merobek kulit dari tubuh bangsaku dan daging dari tulang-tulangnya;

3:3 mereka memakan daging bangsaku, dan mengupas kulit dari tubuhnya; mereka meremukkan tulang-tulangnya, dan mencincangnya seperti daging dalam kuali, seperti potongan-potongan daging di dalam belanga.

3:4 Mereka sendirilah nanti akan berseru-seru kepada TUHAN, tetapi Ia tidak akan menjawab mereka; Ia akan menyembunyikan wajah-Nya terhadap mereka pada waktu itu, sebab jahat perbuatan-perbuatan mereka.

3:5 Beginilah firman TUHAN terhadap para nabi, yang menyesatkan bangsaku, yang apabila mereka mendapat sesuatu untuk dikunyah, maka mereka menyerukan damai, tetapi terhadap orang yang tidak memberi sesuatu ke dalam mulut mereka, maka mereka menyatakan perang.

3:6 Sebab itu hari akan menjadi malam bagimu tanpa penglihatan, dan menjadi gelap bagimu tanpa tenungan. Matahari akan terbenam bagi para nabi itu, dan hari menjadi hitam suram bagi mereka.

3:7 Para pelihat akan mendapat malu dan tukang-tukang tenung akan tersipu-sipu; mereka sekalian akan menutupi mukanya, sebab tidak ada jawab dari pada Allah.

3:8. Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya.

3:9 Baiklah dengarkan ini, hai para kepala kaum Yakub, dan para pemimpin kaum Israel! Hai kamu yang muak terhadap keadilan dan yang membengkokkan segala yang lurus,

3:10 hai kamu yang mendirikan Sion dengan darah dan Yerusalem dengan kelaliman!

3:11 Para kepalanya memutuskan hukum karena suap, dan para imamnya memberi pengajaran karena bayaran, para nabinya menenung karena uang, padahal mereka bersandar kepada TUHAN dengan berkata: “Bukankah TUHAN ada di tengah-tengah kita! Tidak akan datang malapetaka menimpa kita!”

3:12 Sebab itu oleh karena kamu maka Sion akan dibajak seperti ladang, dan Yerusalem akan menjadi timbunan puing, dan gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan.

“Tampilnya Ahaz di atas takhta kerajaan menyebabkan Yesaya dan rekan-rekannya berhadapan langsung dengan kondisi-kondisi yang lebih mengeri­kan daripada apa yang pernah terjadi sejak adanya kerajaan Yehuda, Banyak orang yang tadinya bertahan terhadap pengaruh menggiurkan dari praktik-praktik menyembah berhala sekarang sudah mulai terbujuk untuk ikut ambil bagian dalam menyembah dewa-dewa kafir. Raja-raja di Israel sedang mem­buktikan ketidakberesan terhadap keyakinan; para nabi palsu bermunculan de­ngan pekabaran-pekabaran yang menyesatkan; bahkan sampai kepada imam-imam mau mengajar kalau diberi upah. Namun para pemimpin dalam kemurtadan masih mau tetap memelihara tata cara kebaktian Ilahi dan menyatakan masih masuk bilangan di antara umat Allah.

“Nabi Mikha, yang membawakan kesaksiannya selama masa-masa yang menyusahkan tersebut, memaklumkan bahwa orang-orang berdosa di Sion, sementara mengaku “bersandar kepada Tuhan” dengan hujat membanggakan diri, “Bukankah Tuhan ada di tengah-tengah kita? Tidak akan datang malape­taka menimpa kita!,” terus  ”mendirikan Sion dengan darah, dan Yeru­salem dengan kelaliman. Mikha 3:11, 10.”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld 3, hlm. 263.

Salah satu persoalan yang tetap dihadapi bangsa Ibrani adalah penipuan sehubungan dengan status istimewa mereka sebagai umat Allah—pengeta­huan mereka akan Allah yang benar, sebagai lawan terhadap kebodohan pe­nyembahan berhala (lihat Mzm. 115:4-9)—bagaimanapun membuat me­reka kebal terhadap ganjaran Ilahi. Kebenaran yang mengerikan, bagai­manapun juga, itu adalah tepat bahwa mereka telah memiliki status isti­mewa di hadapan Allah bahwa mereka akan dianggap lebih bersalah oleh karena dosa-dosa mereka. Lagi dan lagi, seperti dalam buku Ulangan, Tu­han memperingatkan mereka bahwa semua berkat, perlindungan, dan ke­makmuran yang akan mereka miliki adalah tergantung kepada penurutan mereka kepada hukum-Nya, seperti yang terdapat dalam peringatan ini: “Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hi­lang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu” (Ulangan 4:9).

Bagaimanapun usaha kita mencoba untuk menipu diri kita, dalam cara apakah kita, sebagai umat Kristen, dengan terang yang sangat besar, dalam keadaan berbahaya dengan melakukan kesalahan yang sama?

Selasa

PENGUASA BARU DARI BETLEHEM

Dalam buku Mikha suasana hati sering berubah dengan drastis dari kemu­rungan kepada pengharapan yang tinggi. Harapan ini terlihat dalam salah satu nubuatan tentang Mesias yang paling terkenal.

Baca Mikha 5:2. Siapakah yang dibicarakan di sini dan apakah yang diajarkan kepada kita tentang Dia? Lihat juga Yoh 1:1-3; 8:58; Kol 1:16,17

Yoh 1:1-3; 8:58;

1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

8:58 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

Kol 1:16,17

1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

Dari kota kecil di Yudea akan datang Seorang dari kekekalan yang akan memerintah Israel. Mikha 5:2 adalah salah satu ayat Alkitab yang paling mu­lia yang dituliskan dengan tujuan menguatkan pengharapan dari umat manusia, yang dengan tekun menunggu seorang pemimpin impian yang dijanjikan oleh nabi. Pemerintahannya akan mengantarkan masa-masa kekuatan, keadilan dan damai (Mi. 5:4-6).

Daud adalah berasal dari Betlehem, kota yang disebut juga Efrata (Kej. 35:19). Penyebutan kota ini menekankan kerendahan hati baik Daud maupun penerusnya di masa yang akan datang, yang akan menjadi Gembala yang Be­nar bagi bangsa ini (Mi.5:4), Dalam kota Betlehem yang sederhana, Nabi Samuel mengurapi putra bungsu Isai, Daud, yang memerintah atas semua Israel (1 Sam 16:1-13; 17:12). Saat orang Majus datang mencari “raja Yahudi” yang baru lahir, Raja Herodes meminta ahli taurat untuk mencari (Mat 2:4-6). Me­reka memberikan ayat kepadanya, yang mana telah dinubuatkan bahwa Mesi­as akan datang dari kota kecil, Betlehem.

Pemikiran kita yang telah jatuh dan terbatas tidak dapat memahami bahwa bayi lahir yang tidak lain adalah Allah yang kekal, Pencipta langit dan bumi. “Sejak masa kekekalan Tuhan Yesus Kristus satu dengan Bapa”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld 5, hlm. 13. Bagaimana luar biasanya pun pemi­kiran, ini adalah salah satu fondasi kebenaran dalam kekristenan: Allah Pen­cipta mengambil rupa manusia dan dalam kemanusiaannya, Dia menawarkan diri-Nya sebagai korban untuk dosa kita. Jika kamu mengambil waktu untuk memikirkannya apakah yang diajarkan hal ini baik nilai dari kehidupan kita maupun bagaimanakah nilai kita secara pribadi bagi Allah, kamu akan meng­alami perubahan hidup. Ketika begitu banyak orang bergumul untuk mengeta­hui tujuan dan arti hidupnya, kita memiliki dasar pada Salib, yang bukan hanya jangkar hidup kita tetapi juga memberikan pengharapan untuk sesuatu yang lebih besar daripada apa yang bisa diberikan oleh dunia ini.

Rabu

APAKAH YANG BAIK

Pada permulaan Mikha 6, Allah berdialog dengan umat-Nya, mendaftarkan semua hal yang Dia telah lakukan untuk kepentingan mereka. Dalam menang­gapinya, orang-orang yang beribadah di dalam kaabah bertanya apakah yang menyenangkan bagi Allah. Apakah yang merupakan persembahan yang berte­rima: anak lembu berumur setahun, ribuan domba jantan, puluhan ribu curahan minyak, atau bahkan anak sulung mereka? Ada tahap-tahap yang stabil di sana dalam hal ukuran dan nilai dari persembahan yang di daftarkan di sana.

Baca Mikha 6:1-8. Kebenaran yang sangat penting apa yang diajar­kan di sini? Mengapakah ini sangat penting bagi kita? Apakah yang disampaikan kepada kita tentang kebenaran itu lebih dari hanya doktrin yang benar dan pema­haman yang jelas akan nubuatan? Lihat Mat. 23:23

Mikha 6:1-8,

6:1. Baiklah dengar firman yang diucapkan TUHAN: Bangkitlah, lancarkanlah pengaduan di depan gunung-gunung, dan biarlah bukit-bukit mendengar suaramu!

6:2 Dengarlah, hai gunung-gunung, pengaduan TUHAN, dan pasanglah telinga, hai dasar-dasar bumi! Sebab TUHAN mempunyai pengaduan terhadap umat-Nya, dan Ia beperkara dengan Israel.

6:3 “Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku!

6:4 Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir dan telah membebaskan engkau dari rumah perbudakan dan telah mengutus Musa dan Harun dan Miryam sebagai penganjurmu.

6:5 Umat-Ku, baiklah ingat apa yang dirancangkan oleh Balak, raja Moab, dan apa yang dijawab kepadanya oleh Bileam bin Beor dan apa yang telah terjadi dari Sitim sampai ke Gilgal, supaya engkau mengakui perbuatan-perbuatan keadilan dari TUHAN.”

6:6. “Dengan apakah aku akan pergi menghadap TUHAN dan tunduk menyembah kepada Allah yang di tempat tinggi? Akan pergikah aku menghadap Dia dengan korban bakaran, dengan anak lembu berumur setahun?

6:7 Berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak? Akan kupersembahkankah anak sulungku karena pelanggaranku dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?”

6:8 “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”

Mat. 23:23

23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Nabi itu mengatakan bahwa Allah telah menyatakan apa yang Dia ingin­kan. Melalui pengajaran Musa, mereka telah tahu apa yang telah Allah lakukan bagi mereka (Ul. 10:12,13). Jawaban Mikha bukanlah satu wahyu yang baru yang menandakan berubahnya tuntutan Allah Pengorbanan dan pelayanan keimamatan bukanlah menjadi perhatian Allah yang pertama. Keinginan Allah yang tertinggi adalah memiliki orang-orang yang berlaku adil terhadap sesama manusia dengan penyembahan yang konsisten dan kasih kepada Tuhan. Per­sembahan yang paling besar yang umat Allah dapat berikan kepada Allah ada­lah penurutan.

Mikha 6:8 adalah pernyataan keinginan Allah tersingkat kepada umat-Nya. Itu menyimpulkan semua pengajaran nabi tentang agama yang benar. Menam­pilkan kehidupan yang adil, murah hati serta berjalan dekat dengan Allah, Kea­dilan adalah sesuatu yang dilakukan manusia atas dorongan Roh Allah, Hal ini harus dilakukan dengan jujur dan tidak berat sebelah, khususnya kepada yang lemah dan tidak memiliki Kuasa, yang dimanfaatkan oleh orang lain. Kebaikan berarti dengan bebas dan suka rela menunjukkan kasih, kesetiaan dan keju­juran kepada orang lain. Berjalan bersama Allah artinya membuat Allah yang pertama dan hidup dalam keselarasan dengan keinginan-Nya.

Mengapakah lebih mudah memelihara aturan/hukum secara ketat dari pada berlaku adil, mencintai belas kasihan, dan berjalan dengan rendah hati di hadapan Allah?

Kamis

KE KEDALAMAN LAUT

Buku Mikha dimulai dengan gambaran penghakiman tetapi diakhiri de­ngan kata-kata pengharapan. Ada orang yang berusaha menjelaskan atau me­nolak kenyataan dari penghakiman Allah. Melakukan hal seperti itu adalah ja­tuh ke dalam jerat yang dilakukan oleh orang-orang pada zaman Mikha, yaitu mereka yang percaya bahwa Allah tidak akan pernah menghakimi bangsa pilihan-Nya.

 

Keadilan Allah adalah sisi lain dari kasih dan perhatian-Nya. Berita baik yang disampaikan oleh Mikha adalah bahwa penghukuman tidak pernah men­jadi kata-kata terakhir Allah. Perbuatan Allah dalam Alkitab tetap melangkah dari penghakiman kepada pengampunan, dari penghukuman kepada rahmat, dan dari penderitaan kepada pengharapan.

Baca Mikha 7:18-20. Bagaimanakah Injil dinyatakan dalam ayat-ayat ini? Harapan apa yang terlihat bagi kita semua? Mengapakah kita sangat membutuhkannya?

Ayat-ayat penutup Mikha menyajikan pujiannya yang dipenuhi dengan ha­rapan. Pertanyaan “Siapakah yang seperti Allah…?” sesuai dengan nama Mi­kha, yang artinya “Siapakah yang seperti Tuhan?” Itu bertindak sebagai peri­ngatan akan keunikan Tuhan dan menegaskan kebenaran bahwa tidak ada yang seperti Dia. Dia adalah Pencipta, selebihnya yang lain hanya ciptaan. Yang pa­ling penting adalah rahmat dan pengampunan-Nya, Allah yang pergi melaku­kan kemungkinan yang paling tidak bisa dibayangkan untuk menyelamatkan kita dari kehancuran. Dia lakukan itu untuk bangsa Ibrani dan Dia akan laku­kan juga untuk kita.

Ini tidak mustahil bahwa kita sekarang dikelilingi oleh keadaan yang su­lit dan pengalaman yang menyakitkan yang membuat kita bertanya-tanya me­ngapakah Allah membiarkan ini terjadi. Kadang kala sangat sulit untuk menerima hal ini. Dalam waktu yang seperti itu, pengharapan kita hanya dengan Tu­han, yang menjanjikan untuk melemparkan dosa kita ke kedalaman laut. Ada pengharapan di masa depan melalui mengingat apa yang telah dilakukan Allah di masa lalu.

Lihatlah dirimu. Mengapakah satu-satunya pengharapanmu hanya ada dalam janji bahwa Allah akan membuang dosa-dosamu “ke keda­laman laut?”

Jumat

PENUTUP

Pendalaman: “Sekiranya Yerusalem telah mengetahui kesempatan yang diberikan kepadanya, dan telah menghiraukan terang yang dikirim oleh surga kepadanya, maka ia sebenarnya dapat berdiri dalam kemakmuran yang di­banggakan, permaisuri kerajaan, bebas dalam besarnya kekuasaan yang dika­runiakan Allah kepadanya. Tidak akan ada tentara bersenjata lengkap berdiri di pintu gerbangnya,… Nasib yang mulia yang sebenarnya dapat mendatang-: kan berkat kepada Yerusalem sekiranya ia telah menerima Penebusnya terba­yang di hadapan Anak Allah, la melihat bahwa dengan perantaraan Dia, kota itu dapat disembuhkan dari penyakitnya yang menyedihkan, dibebaskan dari perhambaan, dan didirikan sebagai ibukota yang kuat di dunia. Dari tembok­nya burung dara perdamaian sebenarnya akan terbang ke segenap bangsa. Se­benarnya ia dapat menjadi mahkota kemuliaan bagi dunia.”—Ellen G. White, AlfadanOmega,jld.6,hlm.l98.

PERTANYAAN:

1. Jika kamu ingin mengerti dalam konteks yang lebih modern pende­ritaan yang sering dialami oleh nabi-nabi Allah, bacalah dari buku Ellen G. White, Life Sketches. Apakah yang diajarkan oleh buku ini tentang kerja keras dan pencobaan yang akan dihadapi oleh juru ka­bar Allah yang setia?

2. Adalah sangat mudah untuk tertangkap dalam bentuk keagamaan, tradisi dan ritual, yang semuanya mungkin baik. Pada saat yang sama, meskipun, apa yang terjadi ketika bentuk dan ritual ini men­jadi akhir dalam diri mereka, gantinya menunjuk kita ke arah apa­kah arti yang benar menjadi pengikut Allah yang kita sembah de­ngan bentuk-bentuk itu?

3. Pikirkanlah lagi seluruh pemikiran inkarnasi, pemikiran bahwa Allah Pencipta mengambil rupa manusia dalam diri-Nya. Seperti ahli teo­logi abad pertengahan menuliskan, “Dengan mempertahankan Dia sebelumnya, Kristus mengambil ke dalam diri-Nya apa yang bukan diri-Nya—dan itu adalah kemanusiaan kita. Pikirkan tentang apa yang kebenaran menakjubkan ini ungkapkan kepada kita tentang kasih Allah kepada kita. Mengapakah harus kebenaran ini mengisi kita dengan pengharapan, ucapan syukur dan pujian, tanpa meman­dang keadaan?

Baca pelajaran yang lain dalam kategori Sekolah Alkitab “satu” Pekan atau kembali ke halaman depan Firman-Tuhan(.org)

TERPOPULER dan TERBARU:
UMAT ALLAH YANG ISTIMEWA
"UMAT ALLAH YANG ISTIMEWA (MIKHA)" Sabat Petang PENDAHULUAN Apa yang dituntut Allah. Mikha berasal dari Moresyet, sekitar 40 Km baratdaya Yerusalem,...
Kasih dan Penghakiman (Hosea)
Kasih dan Penghakiman: Dilema Allah (Hosea) Sabat Petang Bacalah Untuk Pelajaran Pekan Ini: Hos. 7:11,12; 10:11-13; Mal. 11:28- 30; Rm. 5:8; 1 Ptr....
ALLAH untuk SEMUA BANGSA (AMOS)
ALLAH untuk SEMUA BANGSA (AMOS) Sabat Petang Bacalah Untuk Pelajaran Pekan ini : Amos 1-2; Yes. 58; Luk. 12:47,48; I Raj. 8:37-40; Amos 4:12,13;...
MEYAKINI KEBAIKAN ALLAH
"MEYAKINI KEBAIKAN ALLAH (HABAKUK)" Sabat Petang PENDAHULUAN Menunggu Tuhan bertindak. Apa yang anda rasakan ketika menonton siaran TV atau membaca...
PENGLIHATAN PENGHARAPAN
"PENGLIHATAN PENGHARAPAN (ZAKHARIA)" SABAT PETANG: PENDAHULUAN Rencana Tuhan bagi umat-Nya. Tuhan selalu punya rencana untuk umat-Nya dari zaman ke...
“KASIH DAN PENGHAKIMAN: DILEMA ALLAH (HOSEA)”
"KASIH DAN PENGHAKIMAN: DILEMA ALLAH (HOSEA)" Sabat Petang PENDAHULUAN Metafora. Kita sudah pernah pelajari dalam pelajaran beberapa pekan lalu...
BERSEMANGAT UNTUK MENGAMPUNI (YUNUS)
BERSEMANGANT UNTUK MENGAMPUNI (YUNUS) Sabat Petang Bacalah Untuk Pelajaran Pekan Ini: Yunus 1-4; Mzm. 139:1-12; Yes. 42:5; Wah. 10:6; Mat. 12:39-41;...
INGIN SEKALI MENGAMPUNI (NABI YUNUS)
"INGIN SEKALI MENGAMPUNI (NABI YUNUS)" PRAWACANA: Sebagian orang menganggap bahwa kitab Yunus hanyalah sebuah cerita kiasan atau alegori (khususnya bagi...
PENCIPTAAN dan INJIL
PENCIPTAAN dan INJIL  SABAT PETANG BACA UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Kej. 3:21; Mzm. 104:29, 30; Yoh. 1:4; Rm. 5:6-11; Gal. 3:13; Mat. 27:46. AYAT...
KEBENCIAN SETAN TERHADAP HUKUM
Kebencian Setan Terhadap Hukum “Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah...
pelajaran Alkitab
Kasih dan Penghakiman (Hosea)
Bahaya Rokok
Akibat dan Bahaya Dari Rokok